Tanda kerusakan pada pompa air dan penyebabnya

Tanda gejala kerusakan pada pompa air sangat beragam dan akan sulit untuk mengetahuinya lebih awal jika anda memang belum berpengalaman dalam hal ini. Sebenarnya sangat penting untuk bisa memahami berbagai tanda tanda yang mengindikasikan bahwa pompa air anda sedang dalam kondisi kurang optimal.

Terlambat mengetahui gejala dan tanda kerusakaan pada pompa air, akan membuat unit mesin pompa anda masuk dalam masa kritis. Biasanya kalau sudah begini akan berakibat fatal dan sudah barang tentu biaya lebih besar harus siap anda keluarkan.

Secara kasat mata, kondisi yang dapat menunjukkan bahwa pompa air anda sedang dalam masalah hanya ada dua metode. Pertama, melihat langsung debit air yang dikeluarkan apakah mengalami penurunan dari kapasitas maksimum, dan kedua adalah mendeteksi dari suara atau putaran mesin pompa apakah terdengar tidak normal.

Kerusakan-pompa-airAnalisa masalah kerusakan pada pompa air

Debit air menurun. Kasus penurunan debit air yang dihasilkan oleh mesin pompa adalah yang paling komplek dan banyak sekali faktor penyebabnya.

Mulai dari yang paling mudah adalah memastikan apakah sumber air yang tersedia masih memadai saat dihisap. Artinya, jika debit air menurun karena masalah sumber air yang berkurang dan hampir saja membuat pipa hisap kekeringan sehingga air yang di hisap bercampur dengan udara, maka hanya dengan cara menambah kedalaman pipa hisap sebagai solusi mengatasinya.

Kasus kerusakan pada pompa air lainnya yang ditandai dengan menurunnya debit air adalah kondisi mesin pompa itu sendiri. Pastikan bahwa putaran motor pada unit pompa masih terdengar bersuara normal atau dengan melihat putaran kipas yang menunjukkan tidak adanya hambatan seperti berat, tidak stabil dan berbunyi kasar.

Putaran mesin. Jika mendapati suara mesin pompa anda terdengar agak melambat, meskipun masih mampu untuk menghisap air, kondisi seperti ini jangan pernah di anggap remeh atau sampai dibiarkan berlarut larut. Semakin lama dan sering mesin bekerja di bawah putaran standart, maka akan mengakibatkan kumparan (spul) memanas dan berhenti (macet) adalah reisiko yang paling buruk.

Langkah pertama jika menemukan gejala mesin seperti ini adalah dengan memeriksa secara manual apakah putaran dynamo masih normal. Pada posisi (mesin off) tidak terhubung dengan listrik, cobalah untuk memutar kipas menggunakan obeng pada poros nya searah jarum jam (ke kanan).

Jika putaran terasa berat, ini adalah tanda kerusakan pada pompa air yang harus segera ditangani yaitu membuka dinamo untuk memeriksa bagian angker, bearing (laker), hingga kipas water pump (impeller).

Jika putaran manual yang anda lakukan ternyata masih ringan dan tidak ada tanda atau gejala macet, ataupun terdengar menggerus, maka lewati saja tahap untuk mencoba membongkar mesin.

Untuk selanjutnya, anda harus memeriksa langsung pada distribusi listrik yang menyuplai mesin pompa dengan menggunakan AVO Meter untuk memastikan bahwa tidak ada penurunan tegangan listrik pada jaringan di lokasi anda.

Dua tahap analisa di atas adalah tindakan paling awal yang bisa anda lakukan sendiri untuk memastikan dan mendeteksi jika anda mencurigai adanya masalah kerusakan pada pompa air secara dini, yaitu dengan di tandai debit air yang menurun atau gejala putaran mesin yang tampak tidak normal.

23 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mohon maaf sementara belum bisa menjawab komentar, kami terkendala jaringan internet dilokasi proyek saat ini sedang berada di area pedalaman. Terimakasih

Advertisement