Kesalahan Cara Memasang Pompa Dorong Untuk Shower dan Water Heater

Menanggapi satu pertanyaan dari seorang sahabat mengenai pemasangan pompa air untuk difungsikan sebagai pendorong atau penambah tekanan shower atau menuju water heater yang ternyata debit airnya tidak menghasilkan seperti apa yang diharapkan dalam arti justru aliran air mengalir tidak normal jika dibandingkan dengan tanpa di pasang sebuah unit pompa.

Persoalan dari Ronald Afrizal:  “saya baru beli pompa shimizu ps135e tapi air yang keluar sangat kecil.
Sumber air dari tandon di ketinggian 4 meter dan posisi pompa dibawahnya setinggi 60 cm dari tanah. Pompa ini untuk suplay water heater (tipe gas) dengan jarak kurang dari 20 m. Karena airnya kecil maka water heater tidak bekerja dengan normal (api tidak menyala).

Pada bagian ujung pipa hisap, saya pasang klep yang berada di dalam tandon. Apakah permasalahannya sehingga air yang keluar dari pompa sangat lemah? Sebagai perbandingan pada jalur satunya (tanpa melalui pompa) air yang mengalir dari tandon lebih deras”.

Kesalahan-memasang-pompa-heater

Berhubung ingin menjawab pertanyan secara detail, maka saya berusaha menjawabnya melalui sebuah artikel mengingat kolom komentar yang sangat terbatas. Mohon perhatikan gambar di atas.

Jika sebuah unit pompa air hisap dialih fungsikan sebagai pompa dorong tentunya akan memiliki mekanisme yang berbeda dari unit mesin pompa dorong yang asli. Pemasangan sebuah komponen foot valve (tusen klep) wajib ada untuk menghindari pompa selalu berbunyi akibat hilangnya tekanan karena otomatis pressure switch tidak bisa mematikan mesin pompa.

Sebuah tusen klep akan berfungsi dengan baik jika pemasangannya tetap seperti kaedah yang berlaku yaitu harus berada pada posisi vertikal dan berada pada kedudukan dibawah unit pompa (gambar kanan). Dengan cara ini pressure switch pompa akan berfungsi normal karena tidak akan terjadi tekanan tekanan balik yang mana jika dipasang seperti 3 macam posisi  (gambar kiri) maka tekanan volume air yang di dalam tandon tentunya akan lebih besar dan menyebabkan foot valve tidak bisa menutup dengan rapat.

Apalagi jika yang dilakukan justru memasang klep di dalam tandon, sebaik apapun pemasangannya yang pasti kedudukan klep tetap berada di atas unit pompa maka tentu saja fungsi tusen klep tersebut tidak akan bekerja dengan baik.

Kemudian dibandingkan dengan jalur lainnya yang dipasang secara direct tanpa melalui pompa dan ternyata air mengalir lebih deras. Tentu saja hal ini akan benar karena aliran air dari tandon tidak terhambat oleh impeler mesin pompa.

Kesimpulan: analisa sementara menanggapi permasalahan tersebut, saya sarankan supaya untuk merubah konstruksi instalasi pipa khususnya pada bagian tusen klep. Jika sudah dilakukan dengan benar seperti gambar kanan akan tetapi masih menemukan kendala atau masalah debit air yang tidak normal, maka ada kemungkinan lain yang menjadi penyebabnya bisa dari unit pompa ataupun jalur instalasi yang menuju unit water heater.

Namun secara teknis usahakan untuk membuat konstruksi pipa hisap dengan benar terlebih dahulu sebelum mencari sumber masalah yang lain, sebab analisa pemeriksaan instalasi pompa air memerlukan tahap atau urutan langkah penanganan yang tepat agar dapat dikerjakan dengan lebih efisien waktu dan biaya. Semoga bisa terbantu.

95 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mohon maaf sementara belum bisa menjawab komentar, kami terkendala jaringan internet dilokasi proyek saat ini sedang berada di area pedalaman. Terimakasih

Advertisement