Memeriksa kerusakan kapasitor pompa air

Baik untuk pompa air ataupun mesin lainnya, kerusakan pada kapasitor untuk jenis motor listrik 1 phasa dapat diketahui melalui tanda tanda yang di tunjukkan oleh putaran motor itu sendiri dan pemeriksaan terhadap komponen kapasitornya langsung.

Ada dua kemungkinan yang cenderung dapat dijadikan tolak ukur proses analisa terhadap kerusakan kapasitor yaitu:

  • Kapasitor Rusak Ringan. Dalam kasus ini biasanya mesin atau motor pompa air masih dapat berputar hanya saja akan tampak tidak normal. Dengan putaran yang agak melambat dari rpm standart juga mengakibatkan daya pompa menjadi lemah sehingga kekuatan hisap sangat tidak optimal, debit air yang dihasilkan tentu saja akan mengalami penurunan.

Kapasitor yang mengalami kerusakan ringan akan terlihat dari bentuk fisiknya yang mengalami pembengkakan seperti baterai kembung dan membesar.

  • Kapasitor Rusak Berat. Jika mendapati mesin pompa air anda benar benar berhenti dan motor tidak bergerak atau tidak berputar sama sekali, sebelum anda mengatakan bahwa mesin telah rusak, alangkah baiknya memeriksa kapasitor terlebih dahulu.

Pertama, jika kapasitor rusak berat dan tidak ada tanda tanda fisik yang mencurigakan, biasanya motor masih menunjukkan respon yaitu berdengung namun tidak mampu berputar.

Kedua, usahakan anda bisa meminjam kapasitor dari pompa lain untuk memastikan bahwa mesin pompa akan menunjukkan reaksi setelah kapasitor di ganti meskipun ukurannya belum sesuai.

Cara Lain Memeriksa Kapasitor Pompa Air

Memeriksa-kapasitor-pompa-airSecara teknis, kapasitor atau kondensator pada dynamo motor 1 phasa berfungsi sebagai torsi penggerak awal (starter). Selanjutnya setelah mesin berputar maka secara otomatis kapasitor akan melepaskan fungsinya dan tidak bekerja sama sekali hingga mesin dimatikan.

Dengan berfungsi sebagai penyuplai daya reaktif (VAR)  untuk beban induktif, artinya kapasitor bisa menyimpan daya listrik meskipun sangat kecil.

Untuk type yang memiliki batas tegangan AC di atas 300 Volt, maka anda bisa melalukan pemeriksaan dengan cara memberikan tegangan kejut untuk mengisi kapasitor yaitu sambungkan 2 kutub kabel pada stop kontak dan terhubung dengan masing masing kutub kapasitor.

Lakukan hanya beberapa detik saja, kemudian lepaskan dari stop kontak. Setelah terlepas anda bisa mencoba memercikkan tegangan antara kedua kutub kapasitor menggunakan kabel yang terkelupas.

Jika terjadi percikan api besar (korslet), maka artinya kapasitor masih mampu menyimpan daya listrik dan masih dapat di gunakan. Perhatikan percikan apinya jika terlalu kecil dan lemah memang sudah waktunya untuk mengganti kapasitor dengan yang baru.

Cara aman lainnya adalah dengan menggunakan multytester untuk memeriksa apakah masih terdapat tegangan tersimpan. Biasanya untuk kapasitor yang masuk dalam kategori rusak ringan akan memiliki tegangan yang tetap kecil (lemah) meskipun telah inject dengan tegangan kejut dari stop kontak langsung.<pompair.com>

43 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mohon maaf sementara belum bisa menjawab komentar, kami terkendala jaringan internet dilokasi proyek saat ini sedang berada di area pedalaman. Terimakasih

Advertisement