2 Metode Teknik Dasar Modifikasi Mesin Pompa Air dan Manfaatnya

Pada dasarnya modifikasi untuk mesin pompa air itu adalah melakukan sejumlah perubahan terhadap komponen unit pompa dengan tujuan agar menghasilkan debit air yang lebih besar meskipun hanya menggunakan type motor yang aslinya kecil.

Modifikasi pada pompa air sebenarnya bukanlah hal yang sulit namun memerlukan keahlian pada bidang kelistrikan meliputi tentang cara kerja motor listrik, dan memahami teknis dasar mekanik seperti ketepatan pemasangan baut, ukuran sumbu (AS) serta analisa presisi komponen yang akan di modifikasi.

Keuntungan yang diperoleh dari praktek modifikasi sangat banyak sekali jika diperhitungkan atau di bandingkan dengan biaya membeli unit mesin pompa air dengan spesifikasi yang setara.

Advertisement

Sebagai contoh ketika merencanakan untuk mencapai target debit air berkapasitas 50 liter per menit, jika membeli satu unit pompa built up baru, tentu akan memerlukan budget dana yang sangat besar. Lain halnya dengan pompa hasil modifikasi yang biasanya sudah dapat dibeli hanya dengan setengah harga unit pompa built up namun kapasitas debit air yang diperoleh tidak pernah kalah bahkan bisa saja lebih besar.

Cara-modifikasi-pompa-air2 Cara paling umum teknik memodifikasi pompa air

Modifikasi mesin pompa air sendiri ada 2 pilihan yang bisa dilakukan dengan tujuan yang sama yaitu memperoleh kapasitas air yang lebih besar.

Pertama adalah modifikasi pada bagian motor (dynamo) untuk merubah putaran mesin per menitnya menjadi lebih cepat namun tetap pada batas aman. Dengan putaran motor yang semakin cepat maka secara teknis debit air yang dihasilkan otomatis juga akan meningkat.

Menambah kecepatan motor AC 1 phasa dapat dihitung dengan rumus:

Ns = (120 f) / p

Ns = Kecepatan putar dari medan stator (rpm)

f = Frekuensi (Hz)

p = Jumlah kutub

Dari persamaan diatas berarti untuk merubah putaran motor menjadi lebih cepat bisa dilakukan dengan merubah nilai f dan mengubah jumlah p yang biasanya para mekanik lebih memilih untuk menambah nilai f dengan cara memanipulasi frekuensi arus AC yang masuk memakai alat inferter yang sudah banyak tersedia dipasaran untuk beragam daya motor.

Kedua adalah melakukan modifikasi pada bagian water pump. Langkah yang bisa ditempuh pada tahap ini adalah dengan mengganti total unit water pump standart bawaan unit pompa dengan model yang lebih besar.

Biasanya yang paling mudah adalah dengan memilih water pump jenis pompa air irigasi atau Centrifugal Pump (pompa sentrifugal) yang memiliki saluran inlet oulet antara 2 hingga 3 inch dan ukuran kipas hisap (impeller) yang besar. Secara teknis jika saluran dan kipas hisapnya semakin besar maka sudah barang tentu debit yang dihasilkan akan besar pula dari sebelumnya yang hanya memiliki saluran inlet outlet maximum 1,25 inch untuk pompa air dengan impeller standart.<pompair.com>

60 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mohon maaf, sementara kami belum bisa membalas komentar karena kesibukan proyek yang cukup padat. Terimakasih.